"Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan
Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri
dari ibadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina
dina". (TQS. Ghâfir [40]: 60)
Pernahkah Anda berpikir mengapa doa
Anda lama sekali dikabulkan, seakan-akan Allah menundanya? Padahal,
Allah telah berjanji bahwa akan selalu mengabulkan doa-doa hamba-Nya
yang berdoa
kepada-Nya sebagaimana prinsip doa, yaitu ada empat:
Dikabulkan saat itu juga, dikabulkan di akhirat, ditunda Allah
mengabulkannya, dan akan Allah gantikan dengan yang lebih baik lagi.
Itulah janji Allah kepada kita. Berdoa dapat menjadi andalan kita dalam
merubah seseorang dan masyarakat setelah kita melakukan aktifitas dakwah
kepada mereka. Allah Swt adalah yang menentukan hasil dakwah maksudnya
hanya Allah saja yang bisa membukakan hati dan memberi pentunjuk kepada
manusia agar lebih taat kepada syariah Islam. Sebagaimana ayat dalam Al
Qur’an:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang
Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku." (TQS.
al-Baqarah [2]: 186)
Sekarang marilah kita sama-sama bermuhasabah
diri. Mengapa doa kita sering ditunda? Apakah pernah Anda berpikir
seberapa seringkah Anda menunda-nunda panggilan azan? Panggilan azan
adalah panggilan Allah, namun kita sering menundanya karena ada
pekerjaan pribadi yang dead line mungkin. Begitu pula rasanya jika
panggilan-Nya kita tunda juga. Impas, kan?!


Post a Comment